ROKAN HILIR, RADARRECLASSEERING.id – Perguruan Pencak Silat Bangau Putih bersama Sanggar Tari Inai Al Fajar menggelar kegiatan upah-upah dan syukuran pada Ahad, 18 Oktober 2026, di Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setelah rangkaian pelatihan pencak silat dan latihan tari Inai selesai. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara para peserta, pelatih, dan keluarga besar perguruan serta sanggar seni.
Sebanyak 30 orang anak yang berasal dari Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan generasi muda yang turut belajar dan mengenal seni bela diri pencak silat serta seni tari Inai sebagai bagian dari kekayaan budaya Melayu.
Pimpinan Perguruan Pencak Silat Bangau Putih dan Sanggar Tari Inai Al Fajar mengatakan bahwa kegiatan upah-upah dan syukuran ini menjadi bagian dari tradisi tahunan setelah para peserta menyelesaikan kegiatan latihan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap warisan leluhur sejak usia dini.
Melalui latihan pencak silat dan tari Inai, anak-anak diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan dan bakat, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kebudayaan Melayu.
Keberadaan Perguruan Pencak Silat Bangau Putih dan Sanggar Tari Inai Al Fajar diharapkan terus menjadi ruang pembinaan generasi muda, sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional dan kesenian Melayu di Kecamatan Kubu.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian adat dan budaya membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan warisan budaya daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur, Perguruan Pencak Silat Bangau Putih dan Sanggar Tari Inai Al Fajar terus berupaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Melayu agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.(Bakri)












